Wednesday, November 19, 2014

Good Movie: FIRST POSITION

Sebenernya ini merupakan film berjenis dokumenter yang sudah agak lama dan merupakan favorit saya sepanjang masa! Saya udah berkali-kali nonton ini film. Duh bagus banget deh!!
Kenapa saya suka banget film ini? Karena film ini bercerita tentang, BALLET.
Yes that's right Ballet!

cr: google


Saya mulai suka sama ballet dari sejak TK, gara-gara baca komik Mari-chan (komik lama tapi sepanjang masaaaaa). Tapi sayangnya ibu saya ngga ngebolehin saya ikutan, karena tempatnya yang jauh jadi ngga ada yang mau nganter (iya, ibu saya emang gitu, Dream crusher).

Setelah saya baca atau pun nonton film tentang ballet, saya jadi mengambil kesimpulan bahwa ballet itu keras, jangan ketipu sama penampilannya yang indah. Ballerina sama aja kayak atlet olahraga lain. Tiap hari pasti luka-luka (ngga tau ya kalau atlet lain), bisa cedera yang mengakibatkan ngga boleh latihan ballet selama berbulan-bulan (padahal latihan ballet itu HARUS TIAP HARI dengan minimal beberapa jam, kalau ngga badan bakal kaku), dll.


  Luka-luka akibat latihan. Gambar kanan atas: tetap ngulang gerakan latihan sambil tiduran







Kembali ke bahas film, jadi First Position ini merupakan film dokumenter mengenai 6 orang pe ballet muda dengan latar belakang yang sangat berbeda, yang berusaha mengikuti suatu lomba ballet dan berharap dapat memenangkan hadiah berupa beasiswa ke sekolah ballet paling bergengsi.




Disini saya melihat, bahwa tiap pe ballet merupakan orang yang berkemauan keras dengan jadwal latihan yang cukup ketat, bahkan anak kecil sekali pun. Rata-rata pe ballet mempunyai bentuk tubuh yang kurus, hal ini dikarenakan mereka memang membakar cukup banyak kalori saat latihan, bukan karena mereka justru tidak makan agar kurus, ini sangat salah. Jika mereka tidak makan, energi tidak akan ada saat latihan.



Film ini cocok untuk orang awam yang tidak terlalu paham akan ballet, agar membuang spekulasi-spekulasi tidak jelas.

Rating dari saya
5 dari 5
Alasan: Simpel, karena saya memang suka melihat segala yang berkaitan dengan ballet :)

Jalan-jalan: Eropa part. 2 -- Rencana Perjalanan dan Balada Visa

Mari lanjutkan tulisan yang sempat tertunda waktu itu.

RENCANA PERJALANAN
Jadi, sebelum bapak saya panik beli tiket pesawat dan mencoba daftar wawancara untuk visa (lihat post sebelumnya), orang tua saya sama sekali tidak melakukan persiapan apa-apa untuk perjalanan ini, bahkan terlihat seperti kurang benar-benar ingin pergi (sepertinya hanya saya yang benar-benar antusias, maklum ini perjalanan pertama saya ke Eropa).
Untuk memperlihatkan ke orang tua saya bahwa saya serius ingin pergi, maka saya pun membulatkan tekad akan membuat rencana perjalanan hanya dalam 2 hari. Rasanya lama ya 2 hari? Tapi sama sekali tidak begitu. Rencanain untuk 21 hari dalam 2 hari loh? Huhu. Saya saat itu sedang ikut Semester Pendek (SP), walaupun hanya 2 sks tapi mata kuliahnya kelemahan saya banget (yaiyalah makanya ngulang).

Sunday, November 9, 2014

Good Movie: CHEF

Adakah yang juga penggemar acara 'Eat Street' di Natgeo People seperti saya?
Jika ada yang tidak tahu acara apakah itu Eat Street, mari saya jelaskan.


Eat Street merupakan liputan mengenai Food Truck yang ada di seluruh penjuru USA. Sifat dari acara ini bukan me review, melainkan menyajikan informasi mengenai seluruh food truck ini. sepertinya food truck memang sedang booming ya, karena di Indonesia tepatnya Jakarta, mulai banyak bermunculan food truck. 





Happy dude selling Cuban Foods

Oya alasan saya membahas mengenai Eat Street dan food truck ini adalah karena kedua hal tsb sangat berkaitan dengan film yang baru saja saya tonton, ya, CHEF merupakan film mengenai seorang chef yang berhenti dari restoran tempat ia bekerja, lalu membeli truk yang akan digunakan sebagai food truck dan menyajikan menu sesuai dengan keinginannya, dibantu dengan anaknya yang mempromosikan berita mengenai food truck ini, sehingga mendatangkan banyak sekali pembeli (sang chef sebelumnya sempat membuat kehebohan di Twitter yang menjadikan ia cukup terkenal, jadi cukup mudah juga kalau mau promosi). 
Terdengar simpel? Sebenarnya ya, tapi karena saya sangat gemar nonton Eat Street, jadi saya suka. Film ini juga mendapatkan rating cukup tinggi.

Jadi bagi yang doyan nonton Eat Street, tonton deh film ini!

Rating dari saya
4 (dari 5)
Alasan: karena film nya kurang ngebahas tentang makanan itu, lebih condong ke konflik keluarga. Iya sih emang, judulnya bukan FOOD, tapi CHEF....